Rumah Joglo 1 Rumah Joglo 2 Rumah Joglo 3 Rumah Joglo 4 Rumah Joglo 5 Rumah Joglo 6 Rumah Joglo 7 Rumah Joglo 8 Rumah Joglo 9 Logo
01 / 10

Rumah Joglo 1

02 / 10

Rumah Joglo 2

03 / 10

Rumah Joglo 3

04 / 10

Rumah Joglo 4

05 / 10

Rumah Joglo 5

06 / 10

Rumah Joglo 6

07 / 10

Rumah Joglo 7

08 / 10

Rumah Joglo 8

09 / 10

Rumah Joglo 9

10 / 10

Logo

joglo,

  • Bagian-bagian dari rumah joglo

    bagian-bagian dari rumah joglobagian-bagian dari rumah joglo

    Joglo mengikuti bentuk dasar persegi panjang, biasanya ditaruh di atas tempat yang lebih tinggi untuk menyediakan drainase di sekitar gedung.

     

     

    Empat pilar mendukung strcture utama atap. 

    Ini adalah empat "Saka Guru" atau pilar di tengah bangunan, 

     

     

    Dua belas tiang lebih sekitar dukungan struktur utama atap, ini adalah "Saka Penanggap" atau "pengikut tiang." 

  • Beranda

     

     

     

  • Joglo Jawa

    Peradaban India telah memiliki dampak yang mendalam tentang Indonesia, khususnya Jawa dan Sumatera. Selama periode ini kerajaan Mataram meninggalkan jejak pada sebuah arsitektur di Jawa. Untuk milenium, aristokrat Jawa, istana, ulama dan orang beragama mulai mempelajari dan mengadaptasi cara peradaban India.

     

     

    Buddhisme dan Hindu dapat dicampur dengan animisme Jawa asli untuk membentuk kombinasi unik dari struktur dan patung makna penting. Arsitektur candi di Jawa Tengah, sebagai dataran tinggi Dieng, Borobudur dan Prambanan, adalah bukti peradaban besar yang berkembang sebagai akibat dari pengaruh India. Arsitektur monumental di Hindu-Jawa masyarakat adalah sebuah konsep yang mencakup urutan cermin terestrial dan angkasa. Raja adalah perwujudan dari semua negara suci, seperti raja, AOS istana adalah salinan dari mikrokosmos mikrokosmos.

     

     

    Bagi orang Jawa, raja, AOS pengadilan dan modal membentuk citra tatanan ilahi dan paradigma tatanan sosial. Pengadilan, itu, AOS aktivitas, gaya AOS itu, AOS organisasi, yang AOS bentuk sepanjang hidup, adalah reproduksi dari dunia dan memberikan gambaran dari dunia tak bisa dilihat. Menurut tradisi keagamaan dunia yang stabil, berdasarkan konflik, tugas bahwa setiap orang Jawa harus perfom adalah untuk menyelaraskan konflik. Dualitas energi yang dimiliki oleh kutub dari sistem ganda rangka stabil dan didekati oleh pusat energi ketiga. Pusat, dalam kosmologi Jawa bagian tengah kosmos, gunung Mahameru kosmik. Pusat ini akan menjadi manifestasi langsung dari Infinite, Allah yang Agung. The Ultimate Mahameru adalah pusat, tempat tinggal Allah yang Agung, sementara orang, Guru penciptaan pusat ini adalah tempat tinggal sementara dari Allah Tak Terbatas.

     

     

    Sebuah rumah Jawa adalah tiga bangunan terpisah yang membentuk keseluruhan. Yang pertama adalah pendapa, sebuah paviliun terbuka yang digunakan untuk menerima tamu dan pertunjukan. Patung Intrictae terletak di kedua ujung empat pilar utama, saka guru, di dalam bagian tengah pendapa itu. Struktur kedua, pringgitan, adalah fase sementara yang didirikan di setiap wayang memainkan permainan bayangan Cina. Struktur ketiga, Dalem ageng, adalah struktur hanya berdinding di mana, AOS dibagi menjadi dua atau tiga kamar. Para krobongon, aula pusat, adalah yang paling suci dari semua rumah, karena memang ditujukan untuk penerimaan Dewi Sri, kesuburan simbol dan wakil dari ilahi serta nenek moyang orang Jawa. Ini juga tempat di mana tindakan meditasi dan ritual diadakan. Dua kamar di mana keluarga tidur di malam hari.

     

     

    Rumah Jawa merupakan bangunan suci yang terkandung dalam kesucian dan krobongan pendapa, dan diperkuat oleh makna dari Saka guru. Rumah adalah di mana urusan duniawi mengekspresikan kesucian kehidupan.

     

     

    sumber: http://www.facebook.com/media/set/?set=a.2692576428267.2123742.1072224985&type=3

  • Sejarah perkembangan bentuk rumah orang jawa

    Berdasarkan sejarah, perkembangan bentuk rumah tinggal orang jawa dapat dikategorikan menjadi 4 macam yaitu rumah tradisional:

     

    bentuk Panggangpe, 

    bentuk Kampung, 

    bentuk Limasan 

    bentuk Joglo.

     

    Dibanding bentuk lainnya, rumah bentuk joglo lebih dikenal masyarakat pada umumnya.

     

    Rumah Joglo kebanyakan hanya dimiliki oleh mereka yang mampu. Mengapa? Jalarannya rumah joglo butuh bahan lebih banyak dan mahal ketimbang rumah bentuk lain. Masyarakat jawa dulu menganggap bahwa rumah joglo tidak boleh dimiliki oleh sembarang orang, oleh orang kebanyakan, tapi hanya diperkenankan bagi kaum bangsawan, raja, dan pangeran, serta mereka yang terhormat dan terpandang. Namun dewasa ini rumah joglo digunakan pula oleh segenap lapisan masyarakat dan juga untuk berbagai fungsi lain, seperti gedung pertemuan serta perkantoran. 

     

    Pada dasarnya rumah bentuk joglo berdenah bujur sangkar, dengan empat pokok tiang di tengah yang di sebut saka guru, dan digunakan blandar bersusun yang di sebut tumpangsari. Bentuk persegi empat ini dalam perkembangannya mengalami perubahan dengan adanya penambahan-penambahan ruang di sisi bangunannya namun tetap merupakan kesatuan bentuk dari denah persegi empat. 

     

    Dari perubahan-perubahan itu muncullah aneka bentuk rumah joglo dengan aneka nama yaitu:

     

    joglo jompongan, 

    joglo kepuhan lawakan, 

    joglo ceblokan, 

    joglo kepuhan limolasan, 

    joglo sinom apitan, 

    joglo pengrawit, 

    joglo kepuhan apitan, 

    joglo semar tinandu, 

    joglo lambangsari, 

    joglo wantah apitan, 

    joglo hageng, dan 

    joglo mangkurat.

  • Tentang Kami

  • Tips Finishing Rumah Kayu

    Untuk finishing rumah kayu sebaiknya menggunakan bahan finishing yang mampu melindungi kayu dari kerusakan akibat cuaca, di samping (sudah tentu) memperindah kayu tersebut. Nah,Untuk ingin menggunakan bahan finishing yang pengencernya air,  bisa menggunakan ULTRAN AQUA POLITUR. Produk ini bukan seperti politur biasa, tetapi suatu politur modern yang tahan terhadap cuaca dengan pengencer air.

     

     

    Cara aplikasinya cukup dengan menggunakan kuas saja. Sebelum difinishing, kakyu bersihkan permukaannya dari debu, minyak, dan kotoran lainnya. Kemudian amplas permukaan kayu dengan kertas amplas no. 180 searah serat kayu sampai permukaan kayu menjadi halus. Bersihkan debu bekas amplasnya. Aduk dahulu ULTRAN AQUA POLITUR sebelum diaplikasikan, lapiskan secara merata ke seluruh permukaan kayu. Untuk lapisan pertama ini, sebaiknya tambahkan dengan air bersih sekitar 10% saja agar dapat meresap dengan baik ke dalam kayu. Tunggu hingga kering, kemudian amplas ambang dengan kertas amplas no. 400. Lakukan pelapisan tahap kedua tetapi tanpa pengenceran lagi. Kami anjurkan minimal dua kali lapis. Penampilan warna ULTRAN AQUA POLITUR adalah semi-gloss, jika ingin lebih glossy atau dof, sebagai lapisan terakhir bisa menggunakan ULTRAN AQUA POLITUR CLEAR GLOSS atau DOF. Selamat Mencoba...

     

Google Map

Contact Us

Email:
Subject:
Message:

Please publish modules in offcanvas position.